Bazi

Bagi masyarakat tionghoa Bazi atau yang sering disebut dengan (Pace / Pek ji) adalah warisan leluhur yang sudah berusia ribuan tahun lama keberadaannya. Bazi diartikan sebagai 8 huruf / aksara yang terbentuk dari Tahun, Bulan, Hari, Jam kelahiran seseorang, dimana masing-masing mewakili langit dan bumi.

Bazi banyak diketahui oleh orang tionghoa dan biasanya digunakan dalam aspek kehidupan agar berjalan lancar dan makmur serta terhindar dari berbagai cobaan dan halangan. Bazi juga lebih berhasil dibandingkan dengan yang metode lainnya. Padahal dalam kondisi kehidupan yang sama, dari bazi dapat mengetahui peristiwa atau perjalanan waktu kehidupan sehingga diketahui masa lampau yang dialami sebagai evaluasi diri, mengetahui kejadian masa kini dan kejadian yang mungkin dialami masa mendatang (Periode kehidupan).

Bazi dapat menjelaskan perjalanan nasib, keberuntungan, kemalangan, hubungan keluarga, anak, karir / usaha, penyakit dan sebagainya yang dimiliki sejak seseorang lahir hingga masa akhir hidupnya.

Pikiran penulis dalam hal ini bukan yang dimaksud menguak atau membocorkan rahasia TUHAN, mengingat insan manusia adalah makhluk yang paling sempurna, diberkahi indera dan ilmu pengetahuan sehingga dapat mengerti dan mendalami hakikat kehidupan. Selain ilmu pengetahuan yang diberikan oleh YANG MAHA KUASA, manusia hukumnya wajib untuk berusaha.

Manusia dihimbau untuk berbuat kebaikan sehingga timbul pepatah “Apa yang ditanam adalah hasil apa yang didapat” artinya tergantung pengetahuan kita sejauh mana mengerti dan menyelami perjalanan kehidupan sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang buruk ataupun malapetaka.

Pengetahuan bazi dapat diterima oleh semua golongan masyarakat dan tidak menggangu adanya keyakinan pada agama masing-masing. Dalam metode Fengshui, Di dalam Bazi tidak dapat dipisahkan dengan 5 unsur yang kita temui sehari-hari yaitu kayu, api, tanah, logam dan air. Dari penggabungan ke-5 unsur tersebut, dengan dianalisa lebih dalam dapat berguna untuk mengetahui apakah besaran elemen diri (kuat atau lemah), kesehatan atau penyakit, berat tulang (nasib) atau kemakmuran, arah hadap rumah, toko atau kantor  dan juga lainnya.

Semua bahasan diatas Bazi tak terlepas dari kitab perubahan yang dikenal dengan I-Ching sehingga dapat digunakan sebagai sumber komunikasi terhadap alam bawah sadar.